![]() |
| Photo Adpim |
Gerbang Selatan.com --- Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN)
Tahun 2026 di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang,
Senin (9/2/2026).
Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan HPN
2026 serta menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Lampung sebagai tuan rumah
Hari Pers Nasional dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) tahun 2027
mendatang.
“Pemerintah Provinsi Lampung sangat bersenang hati karena
diberikan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas tahun 2027
mendatang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan memberikan
dukungan penuh agar Lampung mampu menjadi tuan rumah yang baik dan memberikan
kesan positif bagi seluruh insan pers.
“Insyaallah kita akan mendukung bagaimana supaya nanti Lampung
akan menjadi tuan rumah yang baik,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, secara khusus Kabupaten Lampung Utara
menerima Anugerah Kebudayaan PWI karena dinilai menjadikan kesenian tradisi
Cangget Bakha sebagai ruang seni dan pertemuan sosial generasi muda
Kebudayaan.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Lampung Utara
Hamartoni Ahadis.
Gubernur Mirza berpendapat penghargaan tersebut menjadi
pengakuan atas komitmen Lampung dalam memperkuat dan menjaga kebudayaan daerah.
“Hari ini Lampung mendapat penghargaan di Anugerah Budaya. Kita
sangat senang sekali karena Provinsi Lampung sedang gencar-gencarnya memperkuat
kebudayaan, terutama di daerah-daerah,” ujarnya.
Gubernur Mirza menilai bahwa penghargaan tersebut menjadi
motivasi bagi Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus berkolaborasi dengan
insan pers dalam menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat identitas daerah, serta
menyampaikan informasi yang edukatif dan berimbang kepada masyarakat.
Ia berharap peringatan HPN 2026 diharapkan menjadi momentum
penguatan sinergi antara pemerintah dan pers dalam mewujudkan masyarakat yang
cerdas, ekonomi yang berdaulat, serta bangsa yang kuat.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan
Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar, dalam sambutannya menegaskan
bahwa jurnalisme tidak boleh kalah oleh algoritma dan teknologi.
“Hari ini kita hidup di sebuah zaman bergerak dengan sangat
cepat. Zaman ketika dunia tidak lagi sekadar berjalan, tapi dinavigasi oleh
informasi, data, dan algoritma,” ujarnya.
Muhaimin menekankan bahwa di tengah derasnya arus informasi
digital, pers memiliki peran strategis sebagai penjernih informasi dan penjaga
nurani bangsa.
Menurutnya, pers yang hanya mengandalkan kecepatan dan
kecanggihan teknologi tanpa kualitas, verifikasi, dan etika akan kehilangan
makna.
Ia mengigatkan bahwa tanpa sentuhan manusia, jurnalisme berisiko
kehilangan empati, sementara tanpa verifikasi dan etika, pemberitaan dapat
melahirkan informasi yang menyesatkan.
“Tanpa sentuhan manusia, jurnalisme berisiko kehilangan empati.
Tanpa verifikasi dan etika, ia hanya dapat melahirkan berita-berita
halusinasi,” katanya.
Lebih jauh, Muhaimin juga menyoroti risiko besar dari banjir
informasi yang tidak berkualitas.
Ia menilai kondisi tersebut dapat menurunkan daya nalar
masyarakat, yang kini bdikenal dengan istilah brain rot.
Menurutnya, derasnya konten instan, sensasional dan minim
verifikasi berpotensi melemahkan kemampuan berpikir kritis publik.
"Dalam situasi seperti inilah, pers yang bijak dan
bertanggung jawab justru dibutuhkan untuk menjadi penjernih informasi, bukan
penambah kebisingan di ruang digital," tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa masa depan demokrasi, stabilitas
sosial, hingga ekonomi bangsa sangat dipengaruhi oleh kualitas media massa.
Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk menjaga
keberlanjutan ekosistem pers, termasuk melalui penguatan ekonomi media dan
perlindungan kerja-kerja jurnalistik.
Kehadiran Gubernur Mirza tersebut menjadi wujud komitmen
Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung pers yang sehat, bermartabat, dan
berkelanjutan di tengah tantangan disrupsi digital.(Rls)

