![]() |
| Photo Adpim |
Gerbang
Selatan.com — Menindaklanjuti pertemuan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
dan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), Pemerintah Provinsi
Lampung bersama Kementerian Pertanian dan PT PTPN I melakukan groundbreaking
Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Kebun Kedaton Trikora PTPN
I Regional 7, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat
(6/2/2026).
Dalam
Groundbreaking tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal diwakili
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Direktur Jenderal
Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yang diwakili Direktur
Pakan Ditjen PKH Tri Melasari, serta Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman
Danas.
Seremoni
groundbreaking Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi ini dilaksanakan
secara daring serentak dari Jakarta dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Seperti
diketahui, Groundbreaking Industri Ayam Terintegrasi ini dilaksanakan secara
serentak di 6 wilayah yaitu Lampung, Gorontalo, Jawa Timur, Nusatenggara Barat,
Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.
Sebelumnya,
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membahas hilirisasi ayam ini dalam
kunjungan Direktur Utama PTPN I. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Mirza
menegaskan bahwa proyek hilirisasi ayam terintegrasi tidak semata berorientasi
pada pembangunan fisik, tetapi menjadi simbol perubahan arah pembangunan
ekonomi Lampung yang menekankan penciptaan nilai tambah.
“Lampung adalah
lumbung pangan nasional. Namun, kita tidak boleh berhenti hanya sebagai
penyedia bahan mentah. Hilirisasi ayam terintegrasi ini adalah langkah nyata
untuk memastikan manfaat ekonomi tetap berada di Lampung,” ujar Gubernur Mirza.
Ia menilai,
penguatan hilirisasi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing daerah
sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama dalam pemenuhan
kebutuhan protein hewani.
Dalam
pelaksanaan groundbreaking, Sekdaprov Marindo menyampaikan apresiasi atas
kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan Provinsi Lampung sebagai salah
satu lokasi pelaksanaan program.
Ia menyampaikan
Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi merupakan bagian dari agenda ketahanan
pangan nasional dan sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo
Subianto, yang menempatkan pangan dan perbaikan gizi sebagai prioritas pembangunan
nasional menuju Indonesia Emas 2045. "Program ini juga mendukung Asta Cita
Presiden, khususnya penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui
penyediaan protein hewani yang berkualitas dan terjangkau," jelasnya.
Di Provinsi
Lampung, program ini diwujudkan melalui empat proyek utama, yaitu pembangunan
Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) berkapasitas 2.000 ekor per jam beserta cold
storage berkapasitas 50 ton, pembangunan parent stock dan hatchery ayam layer,
pembangunan pabrik pakan ternak tahap kedua, serta pembangunan pabrik tepung
telur tahap kedua. Keempat proyek tersebut membentuk ekosistem peternakan
terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Sekdaprov
Marindo berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan peternak, menjaga
stabilitas harga pakan dan ayam, meningkatkan efisiensi produksi, serta
memperkuat perekonomian daerah. "Pemerintah Provinsi Lampung juga
mendorong agar distribusi ayam dilakukan dalam bentuk produk olahan untuk
meningkatkan nilai tambah," ujarnya.
"Selain
itu, Pemprov Lampung terus memperkuat sektor hulu melalui peningkatan produksi
jagung sebagai bahan baku pakan ternak, penyediaan sarana pendukung, serta
penguatan ekonomi desa," tambahnya.
Sekdaprov
Marindo mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kolaborasi dan sinergi agar
Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi dapat berjalan secara transparan,
akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lampung serta mendukung
ketahanan pangan nasional.
Dalam kesempatan
yang sama, Direktur Pakan Ditjen PKH Tri Melasari, menyampaikan bahwa
groundbreaking ini dalam rangka mendukung swasembada pangan protein hewani, di
mana kegiatan ini untuk seluruh Indonesia ada rencananya di 30 provinsi. Salah
satunya adalah Provinsi Lampung. "Dan untuk tahap pertama ini, kita
dialokasikan hilirisasi ayam terintegrasi yaitu di enam provinsi. Jadi, tahap
satu ini ada di enam provinsi, yaitu di Provinsi Lampung salah satunya, yang
rencananya untuk Provinsi Lampung itu ada di tiga lokasi di lahan PTPN,"
ujarnya.
"Untuk yang
disini ada untuk RPHU (Rumah Potong Hewan Unggas) dan cold storage, kemudian
untuk pembangunan pabrik pakan, untuk pengolahan tepung telur dan daging,
kemudian juga untuk hatchery di mana untuk DOC (Day Old Chicken) daripada ayam
petelur kita," tambahnya.
Ia menilai bahwa
Lampung adalah potensial pemasok, baik itu untuk Provinsi Lampung ataupun juga
pemasok di Jabodetabek, juga pemasok daripada untuk provinsi-provinsi seputaran
bahkan ke Sumatera. "Jadi Lampung adalah sangat potensial sehingga juga dialokasikan
kegiatan tersebut," ujarnya.
Direktur Utama
PTPN I Teddy Yunirman Danas menyatakan langkah ini adalah tonggak penting dalam
menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Adapun nilai
investasi dari groundbreaking di Lampung yaitu sekitar Rp600 miliar untuk
membangun fasilitas Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), Cold Storage dan pabrik
pakan ditahap pertama, nantinya akan dilanjutkan dengan pembangunan industri
pakan, Hatchery dan Paren Stock untuk layer dan broiler.
Industri ternak
ayam terpadu di Trikora ini diproyeksikan mampu memproduksi hingga 5.760 ton
(daging ayam) karkas per tahun untuk memenuhi kebutuhan protein di Sumatera.
(Rls)

