Gerbang Selatan.com-Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Provinsi Lampung menggelar kegiatan Ramadan Korpri Berbagi di Lapangan Korpri Provinsi Lampung, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan
ini menjadi wujud kepedulian dan solidaritas antar Aparatur Sipil Negara (ASN)
sekaligus membantu meringankan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri
1447 Hijriah.
Asisten I
Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Lampung Sulpakar dalam sambutannya
menyampaikan bahwa bulan suci Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk
meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat tali persaudaraan di antara
anggota Korpri.
Ia
mengatakan bahwa kegiatan Ramadan Korpri Berbagi menjadi bentuk nyata
kebersamaan keluarga besar Korpri Provinsi Lampung dalam membantu sesama,
khususnya ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
“Atas
nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan apresiasi serta ucapan
terima kasih atas darmabakti anggota Korpri yang telah bekerja, mengabdikan
pikiran dan tenaga, serta dedikasinya dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat,” ujarnya.
Sulpakar
berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban ekonomi para ASN
penerima manfaat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan
Ramadan.
Lebih
lanjut, ia menekankan bahwa semangat berbagi yang ditunjukkan dalam kegiatan
ini perlu terus dijaga dan dikembangkan, sehingga Korpri tidak hanya menjadi
organisasi profesi bagi ASN, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan,
kepedulian, serta kesejahteraan bagi seluruh anggotanya.
“Kami
berharap semangat berbagi ini dapat terus kita pelihara. Korpri harus menjadi
wadah yang tidak hanya memperkuat profesionalitas ASN, tetapi juga mempererat
solidaritas dan kepedulian antaranggota,” tambahnya.
Selain
penyerahan bantuan, kegiatan ini juga dirangkai dengan pasar murah yang bekerja
sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung.
Program
tersebut ditujukan agar masyarakat dan ASN dapat memperoleh kebutuhan pokok
dengan harga yang lebih terjangkau.
Sementara
itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Lampung Rendi Reswandi
menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan peran Korpri sebagai wadah
tunggal penghimpun ASN sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden Republik
Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Korpri.
Ia
menegaskan bahwa Korpri memiliki peran dalam pembinaan profesionalitas,
peningkatan kesejahteraan ASN, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Rendi
mengatakan bahwa hal ini sebagai bentuk komitmen jajaran dewan pengurus Korpri
Provinsi Lampung untuk meningkatkan kesejahteraan ASN di lingkungan Pemerintah
Provinsi Lampung dan untuk membantu ASN dan masyarakat mendapatkan kebutuhan
pokok atau sembako dengan harga terjangkau di bawah harga pasar atau di bawah
Harga Eceran Tertinggi (HET) .
Selain
itu, ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga daya beli
masyarakat dan mengendalikan inflasi akibat lonjakan harga menjelang Hari Raya
Idul Fitri 1447 Hijriah, serta sebagai sinergi ASN untuk petani desa mandiri
dalam penyerapan beras dan gabah petani desa.
Dalam
kegiatan Ramadan Korpri Berbagi tahun ini, Korpri Provinsi Lampung menyalurkan
sejumlah bantuan kepada ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
Bantuan
tersebut berupa paket sembako untuk PNS Golongan I senilai Rp250 ribu, dan
beras 5 kilogram untuk PNS Golongan II serta PPPK Golongan I dan IV.
Total ASN
yang menerima bantuan dalam kegiatan tersebut berjumlah 1.101 orang yang
tersebar di perangkat daerah serta SMA/SMK negeri di lingkungan Pemerintah
Provinsi Lampung.
Selain
penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menghadirkan Pasar Murah Korpri yang
melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Baznas dan sejumlah pihak
lainnya, untuk menyediakan kebutuhan pokok di bawah harga pasar guna menjaga
daya beli masyarakat serta membantu pengendalian inflasi menjelang Idul Fitri.
Korpri
Provinsi Lampung juga menggelar Bazar UMKM bekerjasama dengan Dinas Koperasi
dan UMKM Provinsi Lampung yang diikuti oleh 62 pelaku UMKM, sebagai upaya
mendukung promosi dan pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah di daerah.
Dalam
kegiatan tersebut juga dilakukan kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Provinsi Lampung untuk memberikan layanan aktivasi Identitas
Kependudukan Digital (IKD) bagi ASN.
Melalui
rangkaian kegiatan ini, Korpri Provinsi Lampung berharap semangat berbagi dan
kebersamaan di bulan suci Ramadan dapat semakin memperkuat solidaritas ASN
sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Adpim/Rls)
Sekretaris Daerah Provinsi
Lampung Marindo Kurniawan mengikuti rapat penilaian kepala daerah yang
diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri secara virtual dari Ruang Kerja
Sekda, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (1/4/2026).
Rapat
tersebut dalam rangka apresiasi kinerja pemerintah daerah pada dimensi
penurunan tingkat pengangguran.
Dalam
paparannya, Marindo menyampaikan bahwa Provinsi Lampung memiliki komposisi usia
produktif (15–64 tahun) sebesar 69,24 persen dari total penduduk. Kondisi ini
menjadi potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun
demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, antara lain Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) yang relatif belum optimal, Upah Minimum Provinsi yang masih
tergolong rendah, serta struktur ekonomi yang masih didominasi sektor pertanian
dengan produktivitas yang belum maksimal.
Meski
demikian, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menurunkan tingkat
pengangguran melalui pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir, antara
lain melalui perluasan kesempatan kerja, sinergi dengan program pemerintah
pusat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), serta berbagai program lintas sektor
lainnya.
Data
menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Lampung pada
tahun 2025 tercatat sebesar 4,21 persen. Berdasarkan tingkat pendidikan,
pengangguran masih didominasi oleh lulusan SMA dan SMK, yang menunjukkan adanya
ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja.
Dari
sisi struktur ketenagakerjaan, sektor informal masih mendominasi dengan
proporsi sebesar 64,72 persen. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan
kualitas sumber daya manusia serta penguatan penciptaan lapangan kerja formal.
Untuk
menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung mengarahkan strategi
pembangunan ketenagakerjaan melalui berbagai insentif, stimulus, serta
kebijakan yang terintegrasi.
Upaya
peningkatan kualitas tenaga kerja dilakukan melalui pelatihan vokasi
bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), khususnya bagi
masyarakat pada desil 1 dan 2, serta pelatihan kewirausahaan dan manajemen
untuk mendorong kemandirian ekonomi. Selain itu, pelatihan standardisasi produk
juga diberikan guna meningkatkan daya saing usaha.
Pemerintah
juga memperkuat akses informasi pasar kerja melalui aplikasi SiGajah, serta
memberikan perhatian kepada kelompok rentan melalui program pemberdayaan dan
layanan bagi penyandang disabilitas. Di sisi lain, dilakukan sosialisasi
pembatasan pengiriman pekerja migran perempuan non-skill sebagai upaya
peningkatan perlindungan tenaga kerja.
Seluruh
upaya tersebut turut didukung dengan fasilitasi bantuan permodalan guna
mendorong penciptaan lapangan kerja dan usaha baru di masyarakat.
Dalam
hal kolaborasi, Marindo menegaskan bahwa penurunan tingkat pengangguran tidak
dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi dengan
berbagai pihak.
Sebagai
bagian dari inovasi daerah, Pemerintah Provinsi Lampung juga mengembangkan
program “Desaku Maju” yang berfokus pada pembangunan berbasis desa. Program ini
diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat kualitas sumber daya
manusia, serta mengembangkan ekonomi lokal.
Dengan
berbagai langkah strategis dan kolaborasi yang terus diperkuat, Pemerintah
Provinsi Lampung optimistis upaya penurunan tingkat pengangguran dapat berjalan
lebih efektif dan berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan
kesejahteraan masyarakat. (Adpim/Rls)

